~~MOHON MAAF BLOG SEDANG DALAM TAHAP DESAIN~~TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA~~

Senin, 07 Mei 2012

Kemitraan Gapoktan Dalam Penyediaan Sarana Produksi Pertanian


Salah satu program kerja Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di tiap-tiap desa yang belum terealisasi adalah belum terjalinnya kerjasama kemitraan dengan pihak lain. Pihak lain yang dimaksud diantaranya dengan lembaga pemasaran produk pertanian, penyedia sarana produksi pertanian maupun dengan industri-industri pengolahan produk pertanian. Pada umumnya kegiatan di Gapoktan baru sampai pada  kegiatan pengelolaan dana PUAP melalui kegiatan simpan pinjam, sehingga perkembangan Gapoktan kurang begitu pesat.
 
Salah satu Gapoktan di wilayah kerja BPP Tanjungsari yang telah menjalin kemitraan adalah Gapoktan Pagerkamulyan Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Kemitraan yang dilakukan oleh Gapoktan Pagerkamulyan adalah berupa kemitraan dalam penyediaan sarana produksi pertanian dengan salah satu kios resmi penyalur sarana produksi pertanian.

Penandatanganan kesepakatan kemitraan dilakukan di sekretariat gapoktan dengan disaksikan oleh penyuluh pertanian Desa Genteng serta oleh pengurus Gapoktan. Mekanisme kemitraan yang disepakati adalah sebagai berikut :

Pertama, Pihak toko resmi sarana produksi berkewajiban memfasilitasi dan menyediakan segala keperluan sarana produksi pertanian yang diperlukan oleh anggota gapoktan

Kedua, Anggota yang memerlukan sarana produksi melapor pada pengurus gapoktan dan mengajukan keperluan sarana produksi pertanian sesuai kebutuhan

Ketiga, Gapoktan menyetujui permohonan anggota gapoktan untuk memperoleh sarana produksi sesuai pengajuan, kemudian gapoktan memberikan rekomendasi pada kios resmi saprotan untuk memenuhi daftar kebutuham saprotan anggota gapoktan.

Keempat, Setelah saprotan di penuhi oleh kios resmi saprotan, maka pemilik kios saprotan memberikan nota penjualan saprodi ke gapoktan dan gapoktan berkewajiban membayarnya.

Kelima, Jumlah uang yang dikeluarkan gapoktan untuk membayar saprotan sesuai kebutuhan anggota, menjadi pinjaman anggota yang bersangkutan pada gapoktan yang diperkuat dengan surat perjanjian pinjaman antara gapoktan dengan anggota.

Keenam, Dari hasil penjualan saprotan pada anggota gapoktan, kios resmi berkewajiban memberikan insentif (fee) kepada gapoktan sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian kemitraan.

Demikianlah mekanisme kemitraan yang telah disepakati dan dilakukan oleh Gapoktan Pagerkamulyan. Dengan adanya kemitraan ini, maka gapoktan selain memperoleh pendapatan dari jasa pinjaman anggota juga memperoleh pendapatan lain berupa insentif dari kios sarana produksi pertanian. Keuntungan lain dari kemitraan ini dapat membantu anggota gapoktan yang kekurangan/kehabisan modal untuk membeli sarana produksi pertanian, sehingga proses usahatani anggota gapoktan terus berjalan.


Jumat, 25 November 2011

Teknis Budidaya Tomat

SEJARAH PENYEBARAN TOMAT

Kata tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma. Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah tomat dan kotorannya tersebar kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol. Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian, tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun subtropik.

JENIS TANAMAN

Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Anak divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Lycopersicorn
Spesies : Lycopersicon esculentum Mill.

Dari sekian banyak varietas tomat yang ada, yang banyak ditanam petani adalah tomat varietas ratna, berlian, precious 206, kingkong dan intan. Sedangkan dari hasil survei yang telah dilakukan di lapangan varietas yang digunakan adalah varietas Artaloka.

MANFAAT TANAMAN

Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna makanan, sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan.

SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim
-       Curah hujan
Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 mm-1.250 mm/tahun. Keadaan ini berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi (banyak hujan) juga dapat menghambat persarian.
-   Sinar Matahari
Kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam.
-   Suhu udara
    Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah suhu siang hari 18-29 derajat C dan pada malam hari 10-20 derajat Celcius.
-   Kelembaban udara
Kelembaban udara relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Tetapi, kelembaban relatif yang tinggi juga merangsang mikro organisme pengganggu tanaman.

Tanah
Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai tanah pasir sampai tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta unsur hara dan mudah merembeskan air. Selain itu akar tanaman tomat rentan terhadap kekurangan oksigen, oleh karena itu air tidak boleh tergenang.
-   Tanah
    Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk budidaya tomat.
-      Topografi     
   Dalam pembudidayaan tanaman tomat, sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.
-       Ketinggian Tempat
Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang sesuai untuk ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara, varietas kada. Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya varietas intan, varietas ratna, varietas berlian, varietas LV, varietas CLN. Selain itu, ada varietas tanaman tomat yang cocok ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas berlian, varietas mutiara.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

PEMBIBITAN

Persyaratan Benih
Kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih tanaman tomat adalah:
-       Pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh.
-       Pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit.
-       Benih atau biji bersih dari kotoran.
-       Pilih benih atau biji yang tidak keriput.

Penyiapan Benih
Pengadaan benih tomat dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan cara membeli benih yang telah siap tanam atau dengan membuat benih sendiri. Apabila pengadaan benih dilakukan dengan membeli, hendaknya membeli pada toko pertanian yang terpercaya menyediakan benih-benih yang bermutu baik dan telah bersertifikat.

Teknik Penyemaian Benih
Benih atau biji-biji tomat yang telah terpilih sebelum disemaikan didesinfektan. Caranya, dengan merendam benih kedalan larutan fungisida agar mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit mati.
Ada beberapa cara menyemai pada bedeng persemaian diantaranya :
Cara pertama, benih tomat ditaburkan merata pada permukaan bedeng, kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Bedeng dibuat guritan sedalam 1 cm dengan jarak antar guritan 5 cm, lalu biji ditaburkan kedalan guritan secara merata dan tidak saling tumpuk, kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis-tipis.
Cara kedua, dengan menanamkan benih pada lubang-lubang tanam yang dibuat dengan jarak 5 cm dan kedalaman lubang tanam sekitar 1 cm. Dalam satu lubang tanam dapat diisikan 1 atau 2 benih, kemudian ditutup tanah tipis-tipis.
Cara ketiga, penyemaian dapat langsung dilakukan pada kantong-kantong polybag yang telah diisi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setiap kantong polybag diisi satu benih saja dan tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah biji ditanam, media semai sebaiknya dibasahi dengan air.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Selama awal pertumbuhan, pemeliharaan bibit tanaman di persemaian harus dilakukan secara intensif dengan pengawasan kontinyu. Pemeliharaan bibit meliputi kegiatan-kegiatan:

-       Penyiraman
Penyiraman dilakukan sejak benih ditaburkan ke bedeng pesemaian sampai tanaman siap dipindah ke kebun. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat/gembor yang memiliki lubang halus, agar tidak merusak bibit tanaman yang sudah atau baru tumbuh.

-       Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan dengan cara langsung mencabuti tanaman pengganggu tanpa peralatan. Penyiangan sebaiknya dilakukan seperlunya saja dengan melihat keadaan tanaman.

-       Pemupukan
Pada media persemaian selain diberikan pupuk kandang, sebaiknya juga diberikan pupuk kimia NPK secukupnya sebagai pupuk tambahan yang diberikan setelah benih tumbuh menjadi bibit.

-       Pencegahan dan pemberantasan hama penyakit
Hama yang umumnya menyerang benih atau bibit di pesemaian berasal dari golongan serangga, seperti semut dan golongan nematoda, seperti cacing tanah. Penyakit yang sering menyerang dari golongan cendawan. Untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit dapat dilakukan sterilisasi tanah. Untuk memberantas hama dan penyakit yang menyerang dapat disemprotkan obat-obatan. Insektisida untuk memberantas hama dari golongan serangga dan fungisida untuk memberantas penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur. Nama-nama formulasi yang dapat digunakan antara lain Furadan 3 g, Dithane Hostathion dan Antracol.

-       Pemindahan Bibit
Bibit tomat dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 30-45 hari di persemaian. Pada saat dilakukan penanaman ke kebun, sebaiknya dilakukan lagi terhadap bibit-bibit yang telah berumur 30-45 hari agar diperoleh tanaman yang baik pertumbuhannya dan memiliki daya produktivitas tinggi dalam menghasilkan buah. Untuk itu, bibit yang dipilih sebaiknya yang berpenampilan menarik dan baik., yaitu penampakannya segar dan daun-daunnya tidak rusak. Pilihlah bibit yang kuat, yaitu tegak pertumbuhannya dan pilihlah bibit yang sehat, artinya bibit tidak terserang hama dan penyakit.
Waktu yang baik untuk menanam bibit tomat di kebun adalah pagi atau sore hari. Pada saat itu keadaan cuaca belum panas sehingga mencegah kelayuan pada tanaman.
Ketika memindah bibit di kebun, hendaknya memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman, sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati.

Ada beberapa cara pemindahan bibit dari persemaian yaitu :

1. Sistem cabut, yakni bibit yang telah tumbuh di persemaian dan cukup umur dicabut dengan hati-hati. Namun, sebelum dilakukan pencabutan bedeng persemaian harus dibasahi dengan air untuk memudahkan pencabutan dan tidak merusak akar.
2. Sistem putaran, yaitu bibit diambil beserta tanahnya. Namun, sebelum bibit diambil tanah dibasahi dengan air telebih dahulu.

Kedua cara tersebut terutama ditujukan untuk pembibitan yang secara langsung dilakukan pada bedeng tanah persemaian sedangkan untuk bibit yang disemaikan dalam bumbung atau polybag cara pemindahannya adalah basahi bumbung terlebih dahulu, kemudian keluarkan bibit dari bumbung beserta tanahnya dengan menyobek kantong polybag.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM 

Pengolahan tanah untuk penanaman bibit di kebun produksi harus memperhitungkan waktu, antara lain lamanya bibit di persemaian hingga dapat dipindah ditanam ke kebun dengan lamanya proses pengolahan tanah sampai siap tanam. Lamanya waktu pembibitan sekitar 30-45 hari, sedangkan lamanya pengolahan tanah yang intensif sampai siap tanam adalah 21 hari. Oleh karena itu, agar tepat waktu penanamannya di kebun, jadwal pengolahan tanahnya sebaiknya dilakukan 1-2 minggu setelah benih disemaikan.

Pembukaan Lahan.

Pengolahan tanah yang intensif pada dasarnya melalui 3 tahap.

1. Tahap pertama adalah membalik agregat tanah sehingga tanah yang berada pada lapisan dalam dapat terangkat ke permukaan. Pengolah tanah tahap ini sebaiknya dilakukan dengan bajak yang ditarik oleh tenaga hewan atau dengan menggunakan traktor. Tanah diolah dengan kedalaman 25 cm-30 cm. Setelah dibajak, tanah dibiarkan selama 1 minggu agar bongkahan-bongkahan tanah hasil pembajakan cukup terkena angin, terkena cahaya matahari, dan supaya terjadi proses oksidasi (pemasaman) zat-zat beracun dari dalam tanah seperti asam sulfida yang sangat membahayakan kehidupan tanaman.

2. Tahap kedua, tanah digemburkan dengan cara dicangkul tipis-tipis sehingga diperoleh struktur tanah yang gembur atau remah, sekaligus untuk meratakannya. Selanjutnya, tanah hasil pengolahan tahap ini dibiarkan selama 1 minggu.

3. Tahap ketiga, dilakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15-20 ton/ha. Pemberian pupuk kandang yang belum masak dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat mematikan tanaman karena akar tanaman tidak kuat menahan panas. Pada tahap ini, tanah yang telah ditaburi pupuk kandang dicangkul kembali tipis-tipis dan diratakan.
Pembentukan Bedengan
Setelah pengolahan tanah selesai dilakukan, selanjutnya dibuat bedeng-bedeng membujur ke arah Timur Barat agar penyebaran cahaya matahari dapat merata ke seluruh tanaman. Disamping pembuatan bedeng, juga dibuat parit-parit atau selokan untuk irigasi. Bedengan dapat dibuat lebar dengan ukuran lebar 1-1,2 m, panjang disesuaikan dengan keadaan lahannya dan tinggi bedeng 30 cm. Jika penanaman tomat dilakukan pada musim penghujan, bedengan dapat dibuat lebih tinggi yaitu 40-45 cm. Sedangkan ukuran parit dibuat lebar 20-30 cm dan kedalamannya 30 cm. Dengan demikian jarak antar bedeng adalah 20-30 cm. Kemudian pada sekeliling petak-petak bedengan dibuat saluran pembuangan air dengan ukuran lebar 50 cm, dan kedalamannya 50 cm.

Pengapuran
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan atau penyiapan lahan adalah pengapuran pada tanah-tanah yang terlalu asam dan tidak sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman. Pengapuran ini diberikan bersamaan dengan saat pengolahan tanah, sebab pada umumnya akar tanaman tidak kuat terhadap pengapuran secara langsung, tanaman dapat menderita gangguan pertumbuhan bahkan dapat mati. Kapur yang dapat digunakan adalah kapur tohor, kapur karbonat, atau kapur tembok. Pengapuran, selain menaikkan nilai pH tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikroorganisme tanah dalam membantu proses penguraian bahan organik tanah dan menurunkan zat yang bersifat racun tanpa menghilangkan zat-zat penting yang lain. Dosis pengapuran harus memperhatikan nilai pH tanah setempat.

Pemupukan
Sebelum tanaman tomat ditanam, lahan harus diberi pupuk dasar. Pemupukan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
1. Kompos atau pupuk kandang yang telah jadi tanah dan TSP ditabur secara merata ke seluruh bedengan. Selanjutnya, tanah dicangkul sampai homogen agar kompos atau pupuk kandang dan TSP tercampur merata dengan tanah.
2. Pada jarak yang telah ditentukan dibuat lubang sedalam + 15 cm dan bergaris tengah + 20 cm. Lubang-lubang tersebut kemudian diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5 kg (satu genggam besar) dan diberi TSP sebanyak + 5 gram. Lubang ditimbun tanah, kemudian diaduk-aduk sehingga kompos atau pupuk kandang, TSP dan tanah tercampur rata.

Pemberian Mulsa
Dewasa ini penggunaan plastik hitam-perak sebagai mulsa (penutup tanah) telah banyak dipergunakan oleh para petani. Penggunaan plastik hitam-perak sebagai mulsa lebih praktis dibandingkan dengan penggunaan sisa-sisa tanaman yang telah mati, misalnya jerami padi.

TEKNIK PENANAMAN

Penentuan Pola Tanam
Tomat dapat ditanam dengan 2 macam jarak tanam yaitu dengan sistem dirempel dan sistem bebas.

Sistem dirempel
Jarak tanam sistem ini adalah 50 cm x 50 cm atau 60 cm x 60 cm, bujur sangkar atau segitiga sama sisi. Cara menanam dengan sistem ini maksudnya yaitu tunas-tunas yang tumbuh diambil (dipotong) sedini mungkin, sehingga tanaman hanya memiliki satu batang tanpa cabang.

Sistem bebas
Ukuran jarak tanam sistem bebas adalah 80 cm x 100 cm; 80 cm x 80 cm; 80 cm x 100 cm; 100 cm x 100 cm. Bentuk yang digunakan dapat berupa bujur sangkar, segipanjang atau segitiga sama sisi. Selain itu dapat juga dibuat antar barisan berjarak 100 cm, dan dalam barisan berjarak 50-60 cm. Cara menanam dengan sistem ini bertujuan membiarkan tunas-tunas yang tumbuh menjadi cabang-cabang besar dan dapat berubah.

Pembuatan Lubang Tanam
Bedengan yang telah dipersiapkan untuk penanaman bibit, sehari sebelumnya hendaknya diairi terlebih dahulu supaya basah. Kemudian pada bedeng yang telah tertutup mulsa plastik dibuat lubang tanam dengan diameter 7-8 cm sedalam 15 cm. Lubang-lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam yang telah ditentukan.

Cara Penanaman
Penanaman dapat dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan. Apabila penanaman dilakukan pada musim kemarau pakailah mulsa plastik hitam perak atau kertas alumunium.Mulsa tersebut harus sudah dipasang di bedengan sebelum bibit ditanam. Apabila tomat ditanam pada musim hujan pasanglah lebih dahulu atap plastik transparan (tembus cahaya) pada bedengan yang akan ditanami.

PEMELIHARAAN TANAMAN

Penyulaman
Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang pertumbuhannya tidak normal, misalnya tumbuh kerdil. Penyulaman sebaiknya dilakukan seminggu setelah tanam. Namun jika satu minggu sudah terlihat adanya tanaman yang mati, layu, rusak atau pertumbuhannya tidak normal, penyulaman sebaiknya segera dilakukan. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam penyulaman adalah bibit yang digunakan. Bibit yang digunakan untuk menyulam diambil dari bibit cadangan yang telah dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan bibit lain yang bukan bibit cadangan.
Cara penyulamannya adalah apabila tanaman yang telah mati, rusak, layu, atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru ditempat tanaman terdahulu, dibersihkan dan diberi Furadan 0,5 gram bila dipandang perlu. Setelah itu, bibit yang baru ditanam pada tempat tanaman terdahulu dengan cara penanaman bibit terdahulu.

Penyiangan
Gulma yang tumbuh di areal penanaman tomat harus disiangi agar tidak menjadi pesaing dalam mengisap unsur hara. Gulma yang terlalu banyak akan mengurangi unsur hara sehingga tanaman tomat menjadi kerdil. Gulma juga dapat menjadi sarang hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman tomat. Pemberian mulsa plastik atau daun-daunan akan mengurangi gulma. Waktu penyiangan dapat dilakukan 3-4 kali tergantung kondisi kebun.

Pembumbunan
Tujuan pembubunan adalah memperbaiki peredaran udara dalam tanah dan mengurangi gas-gas atau zat-zat beracun yang ada di dalam tanah sehingga perakaran tanaman akan menjadi lebih sehat dan tanaman akan menjadi cepat besar. Tanah yang padat harus segera digemburkan. Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

Perempalan
1. Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera dirempel/dipangkas agar tidak menjadi cabang. Perempalan paling lambat dilakukan 1 minggu sekali. Pada tanaman tomat yang tingginya terbatas, perempalannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel supaya tanaman tidak terlalu pendek.
2. Perempalan yang baik dilakukan pada pagi hari agar luka bekas rempalan cepat kering dengan cara: ujung tunas dipegang dengan tangan yang bersih, lalu digerakkan ke kanan kiri sampai tunas tersebut lepas. Apabila terlambat merempel, tunas akan cabang yang besar dan sukar putus.
3. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting tajam yang bersih.
4. Ketinggian tanaman tomat dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah sudah mencapai 5-7 buah.

Pemupukan
Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan tanaman. Tata cara pemupukan adalah:
1. Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi pupuk buatan. Dosis pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman antara 1-2 gram. Pemupukan dilakukan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air. Pupuk Urea dan KCl tidak boleh mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman.
2. Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl sebanyak ± 5 gr. Pemupukan dilakukan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan dalamnya ± 1 cm kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air.
3. Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk lagi dengan Urea dan KCl sebanyak 7 gram. Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh yaitu ± 7 cm.

Penyiraman dan Pengairan
Kebutuhan air pada budidaya tanaman tomat tidak terlalu banyak, namun tidak boleh kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan pada areal tanaman tomat dapat menyebabkan tanaman tomat tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit. Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan patogen sehingga tanaman tomat dapat mati keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah berkurang. Pori-pori yang terisi oleh air mendesak oksigen keluar dari dalam tanah sehingga tanah menjadi anaerob yang menyebabkan proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah yang demikian menyebabkan kerontokan bunga dan menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan sehingga mengurangi pertumbuhan dan perkembangan generatif (buah).
Kekurangan air yang berkepanjangan pada pertanaman tomat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada stadia awal, mengakibatkan pecah-pecah pada buah apabila kekurangan air terjadi pada stadia pembentukan hasil dan dapat menyebabkan kerontokan bunga apabila kekurangan air terjadi selama periode pembungaan.

Pemasangan Ajir
Pemasangan ajir dimaksudkan untuk mencegah tanaman tomat roboh. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang antara 100-175 cm, tergantung dari varietasnya. Untuk penanaman dalam green house yang modern dapat menggunakan tali (warna putih) seperti yang terlihat dalam gambar sebelah.
Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin, ketika tanaman masih kecil akar masih pendek, sehingga akar tidak putus tertusuk ajir. Akar yang luka akan memudahkan tanaman terserang penyakit yang masuk lewat luka. Jarak ajir dengan batang tomat ± 10-20 cm.
Cara memasang ajir bermacam-macam, misalnya ajir dibuat tegak lurus atau ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga. Agar tidak dimakan rayap, ajir diolesi dengan ter atau minyak tanah.
Tanaman tomat yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir. Pengikatan jangan terlalu erat yang penting tanaman tomat dapat berdiri. Pengikatan dilakukan dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekan antara batang tomat dengan ajir yang dapat menimbulkan luka. Tali pengikat, misalnya tali plastik harus dalam keadaan bersih. Setiap bertambah tinggi ± 20 cm, harus dilakukan pengikatan lagi agar batang tomat selalu berdiri tegak.

PANEN

Ciri dan Umur Panen
Pemetikan buah tomat dapat dilakukan pada tanaman yang telah berumur 60-100 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Varietas tomat yang tergolong indeterminatre memiliki umur panen lebih panjang, yaitu berkisar antara 70-100 hari setelah tanam baru bisa dipetik buahnya. Penentuan waktu panen hanya berdasarkan umur panen tanaman sering kali kurang tepat karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti: keadaan iklim setempat dan tanah.
Kriteria masak petik yang optimal dapat dilihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun tanaman dan batang tanaman, yakni sebagai berikut :
a)      kulit buah berubah, dari warna hijau menjadi kekuning-kekuningan.
b)      bagian tepi daun tua telah mengering.
c)      batang tanaman menguning/mengering.
Waktu pemetikan (pagi, siang, sore) juga berpengaruh pada kualitas yang dipanen. Saat pemetikan buah tomat yang baik adalah pada pagi atau sore hari dan keadaan cuaca cerah. Pemetikan yang dilakukan pada siang hari dari segi teknis kurang menguntungkan karena pada siang hari proses fotosintesis masih berlangsung sehingga mengurangi zat-zat gizi yang terkandung. Disamping itu, keadaan cuaca yang panas di siang hari dapat meningkatkan temperatur dalam buah tomat sehingga dapat mempercepat proses transpirasi (penguapan air) dalam buah. Keadaan ini dapat dapat menyebabkan daya simpan buah tomat menjadi lebih pendek.

Cara Panen
Cara memetik buah tomat cukup dilakukan dengan memuntir buah secara hati-hati hingga tangkai buah terputus. Pemutiran buah harus dilakukan satu per satu dan dipilih buah yang sudah matang. Selanjutnya, buah tomat yang sudah terpetik dapat langsung dimasukkan ke dalam keranjang untuk dikumpulkan di tempat penampungan. Tempat penampungan hasil panen tomat hendaknya dipersiapkan di tempat yang teduh atau dapat dibuatkan tenda di dalam kebun.

Periode Panen
Pemetikan buah tomat tidak dapat dilakukan sampai 10 kali pemetikan karena masaknya buah tomat tidak bersamaan waktunya. Pemetikan buah tomat dapat dilakukan setiap selang 2-3 hari sekali sampai seluruh tomat habis terpetik.

Produk Olahan KWT

Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri dari para wanita-wanita yang berkecimbung dalam kegiatan pertanian.  Berbeda dengan kelompok tani yang lainnya, kelompok wanita tani dalam pembinaannya diarahkan untuk mempunyai  suatu usaha produktif dalam skala rumah tangga yang memanfaatkan atau mengolah hasil-hasil pertanian maupun perikanan, sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.

Kegiatan pembinaan kelompok wanita tani di wilayah binaan Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang oleh  penyuluh mulai memperlihatkan hasil yang nyata. Hal ini karena beberapa Kelompok Wanita Tani telah berhasil menciptakan suatu produk olahan yang menjadi cirri khas dari masing-masing kelompok wanita tani tersebut.

2.       KWT Tanjung Desa Genteng Kecamatan Sukasari
KWT tanjung yang beralamat di dusun Genteng Desa Genteng Kecamatan Sukasari mempunyai produk olahan berupa pindang ikan mas dan setiap harinya KWT ini telah rutin memasarkan sebanyak 10 kg pindang ikan mas.
Melalui Program dari dinas perikanan, kini KWT Tanjung telah memperoleh bantuan peralatan berupa satu unit preezer untuk menyimpan ikan mas segar dan alat-alat untuk membuat pindang yang terdiri dari 25 unit panci presto dan 25 unit kompor gas.

Analisis SWOT Pada Komoditi Tembakau

Untuk melihat prospek komoditi tembakau di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang dilakukan analisis dengan metode SWOT. Hasil analisis SWOT dapat diuraikan sebagai berikut :
 
Strength (S) atau Kekuatan
  1. Merupakan komoditi yang mengandalkan zat addict yang menimbulkan ketergantungan sehingga mempunyai pangsa pasar relatif tahan lama.
  2. Luas lahan dan produksi tetap, karena kesesuaian lahan terbatas pada daerah tertentu sehingga tidak memungkinkan dilakukan ekstensifikasi secara besar-besaran. Hal ini akan menjaga tidak adanya lonjakan produksi yang dapat menyebabkan harga terpuruk terlalu rendah.
  3. Permintaan pasar dalam negeri terus meningkat walaupun kecil yang akan mendorong pangsa pasar tembakau.
  4. Tersedianya lahan dan iklim yang sesuai untuk menghasilkan termbakau berkualitas tinggi. Didaerah tertentu yang saat ini menjadi daerah sentra produksi tembakau dapat menghasilkan produksi dan kualitas yang tinggi.
  5. Teknologi produksi telah dikuasai. Di Indonesia telah tersedia lembaga penelitian tembakau (Balittas Malang) yang telah secara kontinu mengembangkan teknologi tembakau. Lembaga ini dapat dijadikan nara sumber dalam mengatasi kendala budidaya tembakau.
  6. Potensial genetik luas untuk pemuliaan (keragaman varietas tinggi). Tembakau telah lama dikembangkan di Indonesia sehingga saat ini telah banyak kultivar yang telah beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini berarti di Indonesia terdapat plasma nutfah dengan keragaman genetik yang sangat tinggi sebagai bahan pemuliaan bak untuk peningkatan hasil maupun ketahanan terhadap penyakit tertentu.
Weakness (W) atau Kelemah
  1. Sensitif terhadap cuaca terutama untuk tembakau Voor Oogst. Tembakau ini menghendaki cuaca yang benar-benar kering pada saat panen dan adanya hujan walaupun dalam volume kecil akan sangat merusak hasil tembakau.
  2. Industri hilir tembakau terbatas pada rokok sehingga terjadi sistem perdagangan yang tidak sehat. Perdagangan tembakau saat ini sangat dikuasai oleh pabrik rokok sehingga harga maupun volume pembelian ditentukan sepenuhnya oleh pabrik rokok dan agen-agennya.
  3. Skala pengusahaan tembakau rakyat sangat kecil (rata-rata 0,25 ha) sehingga sulit untuk menerapkan teknologi moderen yang efisien. Hal ini juga menyebabkan petani tidak memiliki posisi tawar yang baik terhadap pedagang.
Opportunity (O) atau Peluang
  1. Konsumsi tembakau dalam negeri masih negatif dibanding produksinya dan impor cukup besar terutama tembakau Virginia, sehingga peluang pasar masih besar untuk dalam negeri.
  2. Peluang pasar ekspor untuk tembakau cerutu juga masih besar karena baru terpenuhi sekitar 30 %.
  3. Pemerintah masih mentargetkan APBN dari cukai dan pajak ekspor tembakau cukup besar sehingga ruang gerak pasar dan produksi masih luas.
  4. Peluang pemanfaatan tembakau untuk bahan baku obat da pestisida. Walaupun asih dalam skala laboratorium hal ini diharapkan dapat menjadi diversifikasi produk industri hilir tembakau di masa datang.
  5. Pertumbukan konsumsi rokok di negara berkembang positif 3 % per tahun yang masih memberikan prospek pasar tembakau di luar negeri.
  6. Telah ditemukannya teknologi penurunan nikotin dan tar pada tembakau untuk mengantisipasi peraturan pemerintah untuk rokok bernikotin dan tar rendah.
Threat (T) atau Hambatan
  1. Kampanye anti rokok oleh WHO yaitu tembakau sebagai penyebab kanker paru-paru, impotensi, dll.
  2. Peraturan Pemerintah No 81 Tahun 1999 utnuk produksi rokok bernikotin dan tar rendah.
Alternatif Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
Strength (S) menghadapi Weakness (W)
  1. Menggunakan teknologi dan hasil pemuliaan untuk mengatasi sensitifitas tanaman terhadap cuaca (terutama curah hujan). Dalam hal ini pernah ditawarkan pemantauan hujan dan pemecahan awan dalam rangka mencegah hujan di musim panen tembakau dapat dilakukan. Mendorong balai penelitian atau R&D yang mungkin didanai oleh pabrik rokok untuk melakukan rekayasa genetik sehingga dihasilkan kultivar tembakau yang tahan musim hujan, tahan penyakit lanas, produksi tinggi dengan kualitas yang tinggi pula termasuk berkadar nikotin rendah.
  2. Menerapkan teknologi produksi yang efisien dengan penguatan pada kelembagaan petani untuk memperkuat posisi tawar petani. Penerapan teknologi yang efisien dapat dilakukan dengan menyatukan hamparan lahan petani dalam satu komando pengelolaan sehingga dapat dilakukan tanam serempak, panen serempak dan biaya produksi rendah sehingga dapat menyiasati pola pasar yang selama ini dilakukan pedagang.
Oportunity (O) menghadapi Threat (T)
  1. Dengan rekayasa teknologi dan genetik menciptakan kultivar tembakau berkadar nikotin dan tar rendah.
  2. Mengembangkan industri hilir lain berbahan baku tembakau seperti industri obat dan pestisida.
  3. Memperbesar pasar tembakau di luar negeri baik untuk tembakau rokok kretek, rokok putih maupun cerutu.
Peluang Usaha
Melihat berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada produksi tembakau dapat disimpulkan bahwa peluang usaha tembakau masih cukup terbuka tetapi untuk jenis tembakau Virginia dan cerutu Vorstenland. Hal tersebut didasarkan atas.
  • Impor tembakau masih cukup tinggi serta terjadi kekurangan yang cukup besar untuk industri rokok dalam negeri. Demikian pula tembakau cerutu masih belum dapat memenuhi permintaan pasar luar negeri.
  • Untuk tembakau cerutu telah ditemukan teknologi budidaya bawah naungan yang dapat menghasilkan daun untuk cerutu kualitas wrapper lebih banyak sehingga lebih menguntungkan.
  • Untuk tembakau telah banyak teknologi dikembangkan sehingga pelaksanaan produksi lebih efisien dan jaminan keberhasilan lebih tinggi. Teknologi tersebut antara lain pesemaian dalam polybag, sukering dengan bahan kimia dan teknologi curing yang lebih baik.
  • Kelembagaan usaha terutama untuk tembakau Virginia dapat diwujudkan dalam bentuk kemitraan dengan pengusaha atau pabrik rokok
  • Resiko kegagalan produksi maupun pasar kedua jenis tembakau tersebut relatif lebih kecil dibanding tembakau rakyat rajangan.
Peluang usaha tembakau masih terbuka juga dilihat dari permintaan yang masih stabil dan cenderung naik, sementara produksi relatif stabil dan cenderung turun. Walaupun demikian akan sulit kiranya apabila pengembangan usaha diarahkan pada perluasan ke areal produksi yang baru. Disamping tingkat kesesuaian lahan yang terbatas juga mencari kultivar tembakau yang sesuai serta penguasaan teknologi tembakau juga akan menjadi kendala. Oleh karena itu usaha produksi tembakau tetap diarahkan pada daerah-daerah sentra produksi yang telah ada dengan tekanan pada.
  • Peningkatan produksi dengan meningktakan penerapan teknologi.
  • Penguatan kelembagaan petani untuk mengakses modal, teknologi dan pasar.
  • Kemitraan yang kuat antara petani tembakau dengan perusahaan pabrik rokok.

Selasa, 26 April 2011

Manfaat Buah Mengkudu Untuk Kesehatan

Dalam beberapa tahun belakangan ini tanaman herbal sempat menjadi perhatian khususnya sebagai pengobatan alternatif untuk penyembuhan berbagai penyakit. Hal ini sangatlah dimengerti mengingat besarnya beaya berobat sehingga tidak salah bila kita mencoba obat-obatan warisan leluhur yang umumnya mengandalkan berbagai jenis ramuan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Tanaman Mengkudu dengan nama latin (Morinda citrifolia L) atau juga dikenal dengan beragam sebutan nama tergantung daerah seperti Pace, Kemudu, Kudu (Jawa); Cengkudu (Sunda), Kodhuk (Madura), Wengkudu (Bali) merupakan tumbuhan asli dari Indonesia. Tumbuhan ini termasuk jenis kopi-kopian, mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan dengan panjang 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih dan buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk agak lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Tanaman Mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan sedangkan di lingkungan perumahan secara tidak terpelihara banyak dijumpai di pekarangan, kebun, bahkan dipinggiran parit. Hal ini dikarenakan tanaman ini mudah tumbuh pada berbagai tipe lahan dan iklim dengan daerah penyebaran dari dataran rendah hingga 1500 m diatas permukaan laut.

Tanaman Mengkudu sebagai Obat

Bagian terpenting dari tanaman ini untuk kesehatan dan sebagai obat adalah bagian buahnya. Hasil penelitian membuktikan senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada buah Mengkudu seperti: 1. Alkaloid (xeronin) bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh; 2.Polisakarida (asam glukoronat,glikosida) untuk imunostimulan dan anti kanker; 3.Skopoletin untuk memperlebar pembuluh darah, analgesik, antibakteriantifungi, antiradang, dan antihistamin; 4. vitamin C sebagai antioksidan; 4. Serat makan untuk menurunkan kolesterol, mengikat lemak dan mengatur kadar gula darah.

Selain buah, bagian lain tanaman Mengkudu yang juga bermanfaat bagi kesehatan adalah daun dan akar. Bagian daun mengandung senyawa Glikosida (flavonol glikosida) untuk obat cacing dan TBC, sedangkan bagian akar terdapat senyawa Antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antikanker, antibakteri, dan antiseptik.

Manfaat lainnya dari akar tanaman ini selain untuk kesehatan ternyata dapat digunakan dalam industri yaitu sebagai pewarna kain batik karena mengandung senyawa morindon dan morindin yang dapat memberikan warna merah dan kuning. Sedangkan biji Mengkudu mengandung minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik, minyak gosok dan pembuat lilin.

Mengkonsumsi Buah Mengkudu

Buah Mengkudu yang telah masak paling praktis langsung dikonsumsi (dimakan langsung), namun belum tentu setiap orang berselera karena aroma bau buah ini sangat tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan adanya asam kaproat dan kaprat yang menyebabkan bau tidak sedap yang menyengat. Untuk mengatasinya, kita tambahkan gula merah atau madu pada jus buah sebagai minuman sari buah Mengkudu.

Mengenal Khasiat Tanaman dari Bentuknya

Tak ada satu pun di antara ciptaanNya di muka bumi ini yang sia-sia. Bahkan seekor kecoa, tercipta untuk melengkapi dan menyempurnakan sebuah ekosistem. Bagaimana pula dengan tanaman?

Sejak jaman nenek moyang, berbagai jenis tanaman telah dikenali sebagai apotik hidup alias obat segar. Ada yang harus diproses lebih dulu sebelum dijadikan obat, banyak pula yang bisa langsung disantap saja secara utuh tanpa melalui proses lainnya.

Terlepas dari apa dan bagaimanapun prosesnya, sesungguhnya kita bisa langsung mengenali khasiat dan kegunaan masing-masing tanaman hanya melalui bentuk fisik tanaman tersebut. Misalnya, tauge alias kecambah, bentuk fisiknya yang mirip embrio kodok atau dekat dengan imej fisik sperma yang dilihat secara mikroskopik... maka sayuran yang berasal dari butiran kacang hijau ini berkhasiat meningkatkan sumber daya sel telur dan secara umum pula masyarakat kita sudah memakluminya sebagai salah satu penunjang kesuburan.

Begitu pula sayuran brokoli. Sayuran hijau berambut kribo ini sangat kukuh dan tegas batang per batangnya. Ternyata, ia memang sumber zat yang bisa menjaga keutuhan tulang dan menghindarkan kita dari berbagai keluhan osteoporosis jika rajin mengkonsumsinya.

Bagaimana pula dengan kacang merah? Sumber protein tinggi ini ternyata sangat membantu pula dalam menguatkan ginjal dan menjadikannya lebih sehat sebagaimana bentuk fisiknya yang memang mirip dengan ginjal.

Selain pada tanaman dan sayuran, kita juga bisa melihat kemiripan anatomi tubuh kita pada berbagai jenis buah-buahan. Buah pisang misalnya, yang secara anatomis sangat mirip dengan alat kelamin pria, ternyata didalamnya memang mengandung banyak jenis energi yang menakjubkan, khususnya pisang ambon. Buah yang satu ini sangat aman dimakan dalam berbagai situasi.

Manfaat Tersembunyi Buah Pare

Tanaman Pare terkenal karena buahnya yang pahit. Pare (Momordica charabtia) berasal dari kawasan Asia tropis. Pare, paria , pepareh, atau parea, sudah tersebar di pelosok daerah. Pare tergolong tanaman semusim yang dapat dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara dan biasa ditanam di lahan pekarangan/tegalan/sawah bekas padi sebagai tanaman sela pada musim kemarau.

Berdasarkan hasil penelitian, dalam 100 gram buah Pare mengandung: kalori (29,00 kal); lemak (0,3 gram); protein (1,1 gram); karbohidrat (6,6 gram); kalsium (45 miligram); fosfor (64 miligram); zat besi (1,4 miligram); vitamin A (180,00 SI); vitamin B (0,68 miligram); vitamin C (52,0 miligram); air (91,20 gram).

Selain itu buah Pare mengandung fitokimia, lutein, likopen, kalium, karotin, albiminoid dan zat warna. Daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin dan minyak lemak. Pada bagian akar mengandung asam momordial dan asam oleo nolat sedangkan bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid dan asam momordial.

Begitu banyak zat-zat yang terkandung dalam Pare tetapi hanya sedikit yang diketahui mengenai manfaat Pare. Pare dapat merangsang nafsu makan, mengatasi sembelit, dan memperlancar pencernaan karena adanya serat, vitamin C, karotin, dan kalium.

Kandungan senyawa fitokimia, lutein dan likopen pada Pare berkhasiat sebagai anti kanker, dan anti virus, manfaat ini tidak hanya bagi orang yang sudah terkena kanker tetapi bagi yang sehat pun dengan mengkonsumsi pare dapat mencegah kanker. Dibanding brokoli, pare mengandung kadar beta karoten dua kali lipat lebih banyak. Beta karoten sangat baik untuk membasmi sel kanker, juga menghambat serangan jantung. Kalium yang terdapat pada pare untuk mengatasi konsumsi Natrium berlebih sehingga berkhasiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Kadar Kalsium pada Pare tergolong sangat tinggi sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa yang tinggi dapat dicegah sehingga kadar gula darah menjadi normal/terkontrol. Dengan demikian Pare sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Vitamin C yang terkandung dalam Pare dapat mencegah munculnya noda hitam dan kerutan pada wajah sehingga dapat menjaga kecantikan kulit.

Meskipun Pare bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan bergizi tinggi sebaiknya jangan diberikan pada anak dan wanita hamil karena anak masih rentan dikhawatirkan kadar gula anak akan turun. Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan karena mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.

Pare dapat dikonsumsi berupa menu masakan sehari-hari. Berikut salah satu resep masakan yang menggunakan Pare :

Tumis Pare Dengan Udang.

Bahan-bahan: 2 buah pare; kembang kol 75 gram; udang 150 gram; bawang bombay 1 biji; bawang putih 4 siung; cabe rawit 2 biji; merica dan garam secukupnya; air 1 gelas.
Cara membuatnya:
1. potong tipis pare lalu remas dengan garam dan diamkan kurang lebih 1 jam sampai layu (untuk mengurangi rasa pahit)
2. tumis bawang bombay sampai harum masukkan bawang putih dan udang
3. masukkan pare aduk lalu masukkan cabe yang sudah dipotong, kemudian merica, dan garam
4. masukkan air, terakhir kembang kol dan masak sampai air habis.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls